Relatable

Slice of life, atau potongan kisah kehidupan yang biasa aja yang setelah kusadari, adalah genre yang paling aku nikmati kalau nonton drama / film. drama-drama Korea yang paling membekas banget pas setelah selesai notonnya adalah drama-drama dengan genre ini. Drama yang ceritanya masih masuk akal dan kategori relevan sama kehidupanku yang hanyalah rakyat biasa ini 😌. Bukan seorang anak chaebol (anak konglomerat), atau bukan juga si upik abu tipikal Eun Sang di The Heirs.

Kita semua bisa menjadi Deok Seon yang dikelilingi sama sahabat-sahabat yang baik dan bisa terjadi cinlok di dalamnya. Kita bisa jadi Jang Geu Rae yang struggling di dunia kerja, bisa ketemu sama bos yang baik hati tapi ngeselin, bisa punya rekan kerja yang cakep dan pintar tapi jomblo 😄. Atau kita bisa jadi Jang Gyeo Wool yang diem-diem suka sama senior dan ditolak 😟. Kita bisa jadi salah satu dari mereka. Itulah daya tarik drama Slice of life buatku. Karakter dan kisahnya yang relevan dan tidak terlalu bombastis. 



sama halnya dengan youtuber dan selebgram. Ada beberapa kalangan yang sangkin beda banget gaya hidup dan apapun yang tampilkan ke publik aku sampe ga tertarik. Karena yaaa ngapain ngeliatin kalo cuma bisa bikin iri doang? produk rekomendasinya juga ga mungkin beli karena ga butuh / ga mampu 😢 hahah itu aku doang sih kayaknya ya? Beda halnya sama selebram atau youtuber yang masih bisa bikin aku ngomong "wah sama! aku juga pake ini!" atau "Wah kayaknya besok-besok bisa aku ikutin nih" dll, keadaan yang seperti ini bikin aku loyal dan stick sama konten-kontennya. Ternyata quote, we only hear what we want to hear and we only see what we want to see ada benarnya. Tapi tentunya faham ini tidak boleh diimplementasikan secara merata di semua lini kehidupan dong. Masa iya kamu cuma mau denger nasihat dari orang-orang terntentu aja? atau kita cuma mau denger kritik dari temen bukan lawan. Itu close minded namanya.

Sebuah artikel mengulas hal ini dengan judul kenapa kita suka sama orang yang mirip sama kita disana juga dijelaskan bahwa memang manusia punya kecenderungan untuk suka atau nyaman dengan orang yang satu frekuensi atau punya ketertarikan atas hal-hal yang sama. Ya pastinya lebih asik ngomongin drakor sama sesama penonton drakor daripada sama orang yang ga suka drakor sama sekali kan? Kalian yang udah nonton reply 1988 pasti langsung konek pas aku nyebut Deok Seon kan tanpa harus googling dulu 🤣

aku rasa karena kita secara natural adalah manusia biasa yang menyukai orang-orang yang punya banyak kesamaan, makanya setiap individu dituntut untuk punya kemampuan adaptif yang tinggi. Ini alasannya kenapa kemampuan beradaptasi itu penting, biar kita bisa bertahan dalam dunia yang dinamis ini. Biar kita bisa tetap awake dan bisa catch up with current issues juga.

Aku rasa salah satu jurus jitu yang bisa diterapkan (Marketing Tips 101 secara ngaco dan tidak berdasar bersama dwi) dalam menggaet pasar / konsumen adalah dengan tahu siapa konsumen kita, dan mendekatkan diri ke mereka dengan cara stay relatable! Jadi inget waktu dengerin David Gadgetin di Podcast Thirty Days of Lunch, dia pernah bilang kalau saya anaknya memang Bahasa Indonesia  banget karena konsumen yang saya tuju adalah orang Indonesia. Kalau menurutku, itu  salah satu cara yang tepat untuk membangun engagement sama penontonnya yang mungkin punya background yang berbeda-beda.

Mungkin kita pernah sekali dua kali lihat thread di twitter tentang kehidupan kelas atas yang mana kolom reply nya penuh sama "wah si xx pasti ga tau gimana bunyi suara token listrik abis!", "wah si xx pasti ga pernah tau rasanya sampo udah mau habis di campur air biar masih bisa dipake lagi", dll. Yang kaya gitu pasti biasanya rame tuh dan aku relate banget karena kalo sampoku mau abis pasti tak campur sama air juga biar masih bisa dipake haha.

Dan relevansi yang seperti ini menumbuhkan rasa akrab yang tiba-tiba ada. Rasa akrab yang akhirnya membawa ke kesimpulannya bahwa, Yeay... ternyata ada temennya, ternyata bukan cuma aku yang begitu 😊

Postingan ini sebenernya ada hikmahnya tapi coba ditarik sendiri aja kesimpulannya ya 😁✌️


0 komentar

feel free for coment here :)