Serum Memori, Serum Paling Berbahaya

3:54 PM

Baru saja menyelesaikan Allegiant yang merupakan pamungkas dari trilogi Divergent. Satu hal yang membuat saya merasa ngeri;  bagaiman jika serum memori benar-benar ada? Bagaimana jika benar ada manusia yan pernah terinjeksi serum memori?

Menjadi lupa atu dilupakan? Dua buah pilihan paling menyeramkan yang pernah ada. Mari berandai-andai, jika kita mati maka akan ada dua keadaan; ditinggalan dan meningalkan. Apa rasnya meningalkan? Apa pula rasanya ditinggalkan? Sakit. Apakh itu buruk? Tidak. Karena dengan meninggalkan, kita akan memasuki sesuatu yang lain,  dengan ditiggalkan, pun masih bisa menjalani kehiduan meski ada yang hilang; raga. Yang meninggakan akan meninggakan kenangan, yang ditinggalkan akan mengingat kenangan. Lalu bagaimana jika tidak ada kenangan? Terlupakan. Itulah mengapa serum memori itu kejam.

Bagi yang belum membaca Allegiant, dengan meminum serum memori, memori-memori yang ada pad diri kita akan terhapus dengan sendirinya. Sektika. BLAST dan kita akan menjadi orang yang baru. Interesting? Insane! Itu kejam! Menghapus memori yang telah dijalani bertahun-tahun, restart, reinstall, dan semuanya hilang. Keluarga, teman, dan semua tetek bengek kehidupan yang pernah dilalui, hilang.

Kenapa serum tersebut kejam? Kenapa lebih kejam dari kematian? Jika kita mati, akan ada yangmengenang, atau paling idak akn ada yang menyadari dan mengetahui bahwa setidaknya kita pernah terlahir dan ada –meski telah tiada. Tapi ketika dunia lupa kita pernah ada, lantas apa bedanya terlahir tapi terlupakan dengan tidak lahir sama sekali?

Serum memori, awas kalau kau sampai ada!

You Might Also Like

9 comments

  1. Yang ada mah frustasi ya, hehe

    ReplyDelete
  2. Setahuku ada penyakit yang bisa bikin hilang ingatan, pakdheku ngalami hal yang seperti itu. Meski banyak yang bilang kalau itu penyakit pikun, tapi sebenarnya ada yang lebih spesifik, namanya demensia. Biasanya dialami sama orang tua yang usianya di atas 63 tahun. Ngerinya bahkan bukan hanya memori yang hilang tapi juga kemampuan untuk mengurus diri sendiri. Jadi kalo beneran ada memang seakan memupus harapan hidup ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. demensia ya?
      iya, bener-bener kayak balik dari awal lagi, yang kemarin kemarin ilang aja gitu :( semoga pakdemu cepat sembuh ya

      Delete
  3. Iya eyang temenku udah hampir 3 tahun lebih kena demensia, skrg cuma bisa terbaring lemah ditempat tidur :( sambil gerak-gerakin matanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga cepat sembuh eyang temenmu ya :(

      Delete
  4. divergent yoo kok kaya film yaa ,, itu film seru banget dibagibagi faksi gitu kan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ini ngomongin trilogi divergent kok :)

      Delete

feel free for coment here :)

Subscribe